8.25.2017

Pekerjaan Yang Dikehendaki Allah!

Ayat emas : Yohanes 6:29 (TB)  Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."

Seorang anak dipandang berkenan oleh orangtuanya jika anak itu mengerti dan melakukan apa yang dikehendaki oleh orangtuanya. Seorang hamba dipandang berkenan oleh majikannya jika hamba itu mengerti dan melakukan apa yang diinginkan oleh sang majikan. Sama halnya, kita akan dipandang berkenan oleh Tuhan, ketika kita mengerti dan melakukan apa yang dikehendaki Tuhan!

Ayat emas hari ini, menuliskan ada pekerjaan/perbuatan yang dikehendaki oleh Allah. Ini sebuah petunjuk yang jelas! Bahwa ada satu hal yang sangat mampu membuat hati Tuhan berkenan atas kita! Hal itu adalah percaya kepada Yesus Kristus!

Keyakinan kepada Tuhan Yesus. Iman percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat. Tentunya juga menunjukkan kualitas iman percaya kita dengan hidup seturut dan semakin serupa dengan Kristus. Inilah yang mampu membuat hati Tuhan kita berkenan atas kita. Inilah pekerjaan yang dikehendaki oleh Allah! Iman percayamu yang sungguh-sungguh kepada Tuhan Yesus Kristus!

Kata motivasi : Percayalah kepada Tuhan Yesus dengan segenap hati dan hidupmu, agar engkau semakin berkenan di hadapan-Nya!

Penulis : Daniel Raharjo.

Iman, Sumber Kehidupan.

Ayat emas : Roma 1:17 (TB)  Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."

Ayat di atas, diawali dengan ayat sebelumnya yang menegaskan bahwa Injil atau Firman Allah adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya! Sehingga Paulus dengan bangga mengakui bahwa ia memiliki keyakinan/percaya yang kokoh, kuat, tidak tergoyahkan dalam Injil.

Firman Tuhanlah yang menjadi sumber kekuatan bagi Paulus. Karena di dalam Firman, ada pengharapan, kekuatan, nasihat, teguran, jawaban, dan kehendak Tuhan. Segala sesuatu yang kita perlukan untuk bertumbuh, berhasil dalam kehidupan, dan memperoleh mahkota kemuliaan, semuanya ada tertulis di dalam Firman!

Kalimat yang menyatakan "orang benar akan hidup oleh iman" mengandung makna bahwa keyakinan/iman percaya kita terhadap Injil akan menjadi sumber kehidupan bagi kita, orang benar, orang-orang yang dibenarkan oleh Allah karena iman kita terhadap Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

Kalimat motivasi : Jangan pernah tinggalkan iman percayamu, karena imanmu adalah sumber kehidupanmu!

Penulis : Daniel Raharjo

Dengarkan baik-baik!

Ayat emas : Roma 10:17 (TB)  Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Dalam ilmu komunikasi, mendengarkan memiliki peranan yang sangat penting dalam terjalinnya komunikasi yang efektif. Terdapat lima tahapan dalam mendengarkan, receiving (menerima), understanding (memahami), evaluating (merenungkan), remembering (mengingat), and responding (merespon).

Roma 10:17 menegaskan bahwa iman/percaya kita kepada Kristus timbul dari "pendengaran", dan pendengaran oleh firman Kristus! Oleh karena itu, hendaklah kita memiliki sikap yang benar dalam mendengarkan Firman Tuhan. Sikap yang benar dalam mendengar firman, akan menghasilkan iman yang berdampak, pantas dipercaya, dan berani dalam segala situasi!

Ketika Firman Tuhan disampaikan, maka terima/dengarkan/perhatikan baik-baik, lalu pahami setiap pesan yang disampaikan hingga sampai mengerti kehendak Tuhan. Lalu renungkan Firman setiap saat, agar kehidupan kita sejalan dengan Firman. Ingat baik-baik setiap kehendak Tuhan, supaya hidup kita beruntung. Dan yang terakhir, respon dengan sikap yang benar, tetap ingatlah bahwa Firman Tuhan ditujukan untuk membawa hidup kita semakin serupa dengan Kristus, dengan standar yang Tuhan inginkan!

Kata motivasi : Perhatikan caramu memperhatikan Firman, karena pendengaran akan Firman Tuhan akan menghasilkan iman yang tangguh menghadapi segala keadaan.

Penulis : Daniel Raharjo

Menjadi Giat dan Berhasil!

Ayat emas : 2 Peter 1:8 (NKJV)  For if these things are yours and abound, you will be neither barren nor unfruitful in the knowledge of our Lord Jesus Christ.

Sebagai orang percaya, kita memiliki iman dan pengharapan kepada Tuhan, bahwa Tuhan yang menjamin hidup kita. Penyertaan Tuhan kepada orang percaya mampu membuat orang tersebut berhasil dan berdampak, seperti yang diinginkan setiap orang.

Seperti yang Tuhan tunjukkan kepada Yusuf. Sekalipun kehidupannya harus melalui proses yang sangat tidak mudah, berliku, mengalami ketidakadilan, namun dengan kesetiaan dan sikap hidup yang berkenan di mata Tuhan, Yusuf diangkat Tuhan menjadi pribadi yang sangat giat dan berhasil dalam kehidupannya.

Inilah janji Tuhan kepada semua orang percaya. Kepada setiap orang yang mau mengandalkan Tuhan dan bersandar sepenuhnya kepada Tuhan! Janji Tuhan kepada setiap orang yang menunjukkan kualitas percayanya melalui kualitas hidup dan karakternya, maka Tuhan akan membuat orang tersebut semakin giat dan berhasil! Semakin efektif dan produktif! Tidak akan pernah mengalami tandus dalam hidupnya, dan akan selalu berbuah dalam hidupnya!

Seperti yang tertulis, dalam 2 Petrus 1:8 (TB)  Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Kata motivasi : Kualitas iman kita, dilihat dari kualitas hidup kita. Kualitas hidup kita akan terpancar melalui kualitas buah yang kita hasilkan!

Penulis : Daniel Raharjo

Buah dari Pertobatan

Ayat emas : Matius 3:8 (TB)  Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

Kita masih membahas tema mengenai buah yang baik, yang harus diharuskan oleh orang-orang percaya. Buah yang baik, yang memiliki kualitas baik, yang mampu menunjukkan kualitas kerohanian kita dan pada akhirnya memuliakan Bapa kita yang di Sorga.

Buah yang baik ini, adalah buah yang muncul dari persekutuan yang benar dengan Tuhan. Buah yang lahir dari Roh Kudus, karena kedagingan kita memiliki kecenderungan hanya menghasilkan perbuatan-perbuatan dosa, yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Oleh karena itu, buah yang kita hasilkan haruslah sungguh-sungguh menunjukkan pertobatan kita.

Yang dahulu sering berbohong, setelah bertobat harus memiliki buah berkata-kata benar dan memberkati. Yang dahulu sering mengambil yang bukan miliknya, setelah bertobat harus memiliki sikap hidup memberi dan berkorban. Yang dahulu pendemdam, setelah bertobat, buah pertobatannya haruslah hidup yang penuh kasih dan pengampunan.

Buah kehidupan kita haruslah sungguh-sungguh nyata. Bukan hanya dalam kata-kata, tapi dalam tindakan yang dapat dilihat orang dan menunjukkan perubahan hidup kita dari manusia lama menjadi manusia baru di dalam Kristus!

Dari ayat yang sama, versi VMD, dituliskan, "Tunjukkan dalam perbuatan bahwa kamu sungguh-sungguh bertobat."

Kata motivasi : Pertobatan kita bukan hanya berhenti berbuat dosa, melainkan berbuah dan berbuat kebenaran untuk memuliakan Tuhan!

Penulis : Daniel Raharjo

Penuh Roh Allah

Kejadian 41:38 (TB)  Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?"

Seorang yang penuh Roh Allah akan memiliki peranan penting di manapun Tuhan menempatkannya. Seorang yang penuh Roh Allah memiliki kualitas yang unggul, yang oleh karena penyertaan dan perkenanan Tuhan mampu membuatnya menjadi teladan bagi sekelilingnya.

Dalam Roma 8:14 dikatakan, "Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah." Seorang yang penuh dengan Roh Allah, memiliki arti bahwa hidupnya dipimpin oleh Roh Allah. Bukan lagi pikirannya yang menuntunnya, bukan lagi perasaannya yang menjadi penentu keputuasannya, melainkan Roh Allah yang akan memimpin dan mengarahkan kehidupannya. Orang yang dipimpin Roh Allah, menjadikan Roh Allah sebagai kendali hidup, bukan malah sebaliknya.

Jika kita mengarahkan pandangan kita kepada Tuhan, tunduk dalam tuntunan Roh Allah, seharusnya yang muncul bukanlah kehidupan yang dikendalikan hawa nafsu dan keegoisan diri, melainkan kehidupan yang tunduk dan taat atas apa yang Tuhan kehendaki dalam hidupnya.

Kata motivasi : Pribadi yang penuh Roh Allah, menyerahkan kendali hidupnya pada pimpinan Roh Allah!

Penulis : Daniel Raharjo

Senantiasa Menghasilkan Buah

Ayat emas : Lukas 8:15 (VMD)  Dan benih yang jatuh di tanah subur adalah mereka yang mempunyai hati yang baik dan jujur. Ketika mereka mendengarkan ajaran Allah, mereka ingat itu terus. Mereka taat kepada ajaran Allah dan menghasilkan buah dengan ketekunan.”

Sebuah pohon dikatakan pohon yanh baik apabila mampu berbuah dan buahnya baik. Buah yang baik tumbuh dari pohon yang memiliki keadaan/kondisi yang baik dan sehat. Buah adalah hasil yang alami dari pertumbuhan yang sehat sebuah pohon.

Tuhan merindukan agar kita berbuah dan memiliki buah yang baik. Melalui ayat di atas kita mengerti bahwa benih yang baik yang mampu menghasilkan buah yang baik adalah Firman Tuhan. Sedangkan tanah yang baik adalah hati kita yang baik dan jujur!

Ketika kita mengelola tanah hati kita dengan mendengarkan Firman Allah, kita mengingatnya dan merenungkannya senantiasa. Kita taat dengan sungguh-sungguh, seperti seorang hamba yang taat sepenuhnya kepada tuannya demi menyenangkan hati tuannya. Maka buah-buah yang baik akan bertumbuh dalam kehidupan kita.

Jika benih yang ditanam adalah benih yang baik, tanahnya juga tanah yang baik, dikerjakan dengan cara yang baik, tentunya akan menghasilkan buah yang baik!

Kata motivasi : Berbuah adalah tuntutan yang harus kita penuhi sebagai anak-anak Bapa, untuk memuliakan Bapa di Sorga!

Penulis : Daniel Raharjo.

Mewarisi Sifat Murah Hati

Ayat emas : Matius 7:16 (TB)  Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?

Pernahkah kita melihat pohon mangga berbuah kedondong? Atau mungkin pohon durian berbuah duku? Tentunya tidak pernah seperti itu, respon pertama kita akan berkata aneh, tidak normal, tidak wajar, dsb. Pohon mangga seharusnya berbuah mangga, pohon durian berbuahkan durian, pokok anggur berbuahkan anggur.

Sama halnya dengan anak Tuhan, seharusnya anak-anak Tuhan mewarisi sifat-sifat Tuhan. Perhatikan Lukas 6:33, 36 (TB)  Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.

Kemurahan hati adalah salah satu sifat dari Tuhan. Kasih-Nya, anugerah-Nya, belas kasihan-Nya tidak berdasarkan hal-hal baik yang kita lakukan. Kebaikan Tuhan murni, tidak memerlukan alasan, sempurna, mengasihi bahkan kepada orang yang membenci-Nya, memulihkan orang-orang yang melukai-Nya, menyelamatkan orang-orang yang telah menyalibkan-Nya!

Kemurahan hati Tuhan telah memulihkan kehidupan manusia, dan kemurahan hati inilah yang harus kita miliki. Bukan supaya kita masuk surga, tetapi supaya orang lain mengenali identitas kita sebagai anak Allah. Anak yang mewarisi sifat Bapa-Nya.

Kata motivasi : Bermurah hatilah, sama seperti Bapamu yang juga murah hati!

Penulis : Daniel Raharjo.

Untuk Kepentingan Bersama

Ayat emas : 1 Korintus 12:7 (TB)  Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.

Setiap kita perlu memperhatikan keadaan manusia rohani kita masing-masing. Manusia rohani inilah yang memiliki peranan penting dalam kehidupan. Jika manusia rohani kita sehat, maka keadaan manusia jasmani dan manusia jiwa kitapun akan mampu tetap bertahan dalam keadaan buruk sekalipun. Sebaliknya, jika manusia rohani kita bermasalah, maka manusia jasmani dan jiwa kita berpotensi mengalami kendala.

Bertumbuh secara rohani, atau manusia rohani yang bertumbuh, tidak hanya selalu memperhatikan kepentingannya sendiri. Karena Roh akan bergerak dan mendorong manusia rohani kita untuk mampu bermanfaat bagi orang lain. Roh akan bekerja dalam hidup kita supaya kita mampu berdampak dan berkembang untuk kepentingan bersama. Tidak melulu untuk memuaskan kepentingan dan keinginan pribadi/ego kita sendiri.

Mari kita mengejar pertumbuhan manusia rohani kita, memberi makan roh kita dengan hal-hal yang baik, yang berkenan kepada Allah, dan yang sempurna. Dari kerohanian yang matang dan dewasa akan muncul mata air yang memberi kehidupan, sebaliknya dari kekeringan rohani akan muncul hal-hal yang mampu mematikan dan mengancam kehidupan. Hendaklah kita senantiasa mawas diri dan menjadi bijak!

Kata motivasi : Setiap orang yang bertumbuh secara rohani, memperhatikan hidupnya agar bermanfaat bagi kepentingan bersama.

Penulis : Daniel Raharjo.

Setia dan Benar

Ayat emas : Lukas 16:10 (TB)  "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Dua kualitas hidup ini adalah dua hal yang sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia. Di Alkitab sendiri dengan jelaskan dituliskan, mereka yang setia dan benar dalam perkara kecil akan mendapat karunia dipercaya mengelola perkara yang besar.

Dalam Yesaya 11:5 (TB) dituliskan di sana, "Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.". Tulisan ini menubuatkan tentang kedatangan Kristus, dan dituliskan pribadi Kristus memiliki sifat kebenaran dan kesetiaan. Dua kualitas yang bernilai mahal dan sangat dicari oleh Allah.

Mari kita membiasakan untuk hidup benar dan setia, dimulai dari hal-hal yang terkecil. Belajar untuk tekun mengerjakan dengan sungguh-sungguh setiap hal yang Tuhan percayakan bagi kita. Ketekunan dalam mengerjakan akan membuat kita semakin terlatih dan semakin terampil. Seiring berjalannya waktu, jika kita tetap setia dan tidak menjadi lemah, maka pada waktunya nanti Tuhan akan mempercayakan kepada hal-hal yang besar untuk kita kerjakan.

Kata motivasi : Segala sesuatu bermula dari yang paling sederhana. Dengan kesetiaan dan kebenaran, kita akan semakin dipercaya oleh Tuhan.

Penulis : Daniel Raharjo

Ujilah Pekerjaanmu Sendiri.

Ayat emas : Galatia 6:4 (TB)  Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.

Dalam perlombaan lari, seorang pelari bertanggung jawab atas dirinya masing-masing. Selama fase latihan, ia harus berjuang melawan dirinya sendiri, melawan kemalasan, melawan rasa bosan dalam berlatih. Ketika ia tiba di lintasan lari untuk berlomba, ia tetap harus bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Begitu aba-aba diteriakkan dan seluruh pelari mulai memacu kecepatan, di dalam benak seorang juara, ia harus fokus pada apa yang harus dilakukannya, bukan kepada apa yang orang lain lakukan.

Kesalahan fatal seorang pelari yang sedang berlomba adalah ketika ia mulai memikirkan apakah penonton menyukainya atau tidak, atau ketika ia memikirkan apakah pelari yang lain mulai mengejarnya, keadaan di luar mulai lebih menarik perhatian daripada menjaga konsistensi pribadi. Di saat pikirannya lepas dari fokus utama yaitu garis akhir, di saat benaknya lebih banyak memperhatikan orang lain dibandingkan dirinya sendiri, di saat ia lebih suka menguji pekerjaan orang lain dibanding bertanggung jawab pada pekerjaannya sendiri, di saat itulah menang dalam perlombaan bukan lagi menjadi tujuan hidupnya.

Manusia memiliki tabiat buruk, untuk lebih suka melihat sejauh mana pekerjaan orang lain sampai lupa dengan pekerjaannya sendiri. Lebih suka menilai pekerjaan orang lain daripada pekerjaannya sendiri. Lebih suka melakukan koreksi atas kesalahan orang lain, dibanding memperbaiki kesalahannya sendiri. Kebiasaan seperti ini akan menghambat kita untuk maju, karena kita lebih banyak menghabiskan waktu memperhatikan keadaan orang lain dan mencari-cari kelemahan mereka.

Mulailah untuk bertanggung jawab atas keadaan kita masing-masing. Mari senantiasa terus meningkatkan kualitas diri kita, bertanggung jawab atas pekerjaan kita, berhenti untuk mencari kesalahan orang lain dan mulai merenungkan apakah ada hal yang bisa kita perbaiki dalam diri kita masing-masing. Karena pada akhirnya nanti, pekerjaan kita akan diuji, apakah kita mampu mempertanggungjawabkan kualitas kita dengan baik?

Kata motivasi : Melihat ke dalam, perbaiki yang di dalam, selesaikan apa yang sudah dikerjakan, karena hidup ini harus dipertanggungjawabkan.

Penulis : Daniel Raharjo.

Semakin Disukai

Ayat emas : 1 Samuel 2:26 (TB)  Tetapi Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan TUHAN maupun di hadapan manusia.

Salah satu ciri orang yang hidupnya mampu memberkati orang lain adalah, semakin disukai oleh Tuhan dan oleh orang lain. Keberadaannya mampu menjadi berkat dan mendatangkan berkat bagi sekelilingnya. Sekalipun pasti ada juga orang-orang yang tidak menyukainya. Biasanya ketidaksukaan orang-orang terhadap orang yang menjadi berkat seperti ini, adalah karena rasa iri hati, rasa benci yang tidak beralasan.

Kristus pernah mengalaminya! Kehidupan Yesus Kristus mampu menjadi berkat dan membawa berkat di manapun Yesus berada. Orang sakit disembuhkan, mereka yang hilang pengharapan menemukan semangatnya kembali, bahkan pengajarannya dan hidupnya menginspirasi banyak orang. Tetapi masih saja ada orang-orang yang membenci-Nya.

Sekalipun demikian, Yesus Kristus tetap dicintai banyak orang. Bahkan Allah Bapa menganugerahkan kemuliaan yang luar biasa terhadap nama Yesus! Inilah buah dari kehidupan yang mampu mendatangkan berkat bagi orang lain.

Sudahkah hidup kita menjadi berkat bagi orang banyak? Apakah kehidupan kita semakin disukai, baik di hadapan Tuhan maupun manusia?

Kata motivasi : Jadikan hidupmu berkat. Hidupilah kata-katamu, bukan hanya berkata-kata tentang bagaimana harus hidup!

Penulis : Daniel Raharjo.

Jangan Sampai Tawar!

Ayat emas : Matius 5:13 (TB)  "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.

Bisakah kita membayangkan garam yang kehilangan rasa asinnya? Jika garam kehilangan rasa asinnya, masih bisakah disebut garam? Bukankah garam itu asin? Kalau tidak asin, tidak ada lagi gunanya!

Sama halnya! Bisakah kita membayangkan kekristenan yang tidak lagi serupa dengan Kristus? Jika kekristenan tidak lagi serupa Kristus, masih bisakah disebut kristen ? Bukankah kristen itu serupa dengan Kristus? Kalau tidak serupa dengan Kristus, tidak ada lagi gunanya!

Maaf, mungkin terkesan keras sekali perkataan di atas, akan tetapi ini menampar dan membangunkan kita. Sudahkah kita memancarkan Kristus dalam kehidupan kita? Sudahkah karakter kita menjadi serupa dengan gambaran Kristus? Apakah orang melihat Kristus hidup dalam hidup kita?

Apakah hidup kita sudah memancarkan harapan, sebagaimana Kristus menjadi harapan banyak orang? Apakah kita sudah melakukan kasih, membantu sesama, mendahulukan orang lain, tidak menghakimi, mampu menjadi jawaban bagi orang lain, sebagaimana Kristus menjadi jawaban?  Apakah hidup kita mampu menginspirasi orang lain, menjadi teladan/contoh yang baik bagi orang-orang di sekeliling kita?

Atau malah justru hidup kita menjadi sumber masalah, batu sandungan, bahan pembicaraan bagi orang-orang di sekitar kita? Mari lihat ke dalam hati masing-masing. Merenungkan hidup yang sudah kita lalui selama ini. Berjaga-jagalah, jangan sampai kita menjadi tawar!

Kata motivasi : Jangan sampai tawar. Kristus ingin hidup kita membawa perubahan baik bagi banyak orang!

Penulis : Daniel Raharjo

Ketekunan Berbuah Manis.

Ayat emas : Yakobus 1:2-4 (TB)  Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.

Membaca ayat di atas terasa ada yang menarik. Bagaimana mungkin seseorang didorong untuk merasa bahagia ketika sedang mengalami pergumulan, pencobaan, permasalahan hidup? Harus bahagia dalam keadaan yang sedemikian? Sulit rasanya!

Tetapi sebenarnya, maksud dari perkataan di atas adalah sebuah hikmat yang akan membuat kita senantiasa kuat menjalani kehidupan. Mengapa demikian? Ya, ayat di atas mengajar kita untuk mempercayai Allah sepenuhnya, total, tanpa ragu sedikitpun! Bahwa Tuhan sangat mengasihi anak-anakNya, dan Tuhan rindu memberikan yang baik bagi anak-anakNya, bahkan yang terbaik! Jika kita mampu menyadari hal ini, maka kita akan sampai pada satu pengertian, bahwa permasalahan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita adalah untuk melatih ketekunan kita.

Ketekunan inilah simbol dari iman, pengharapan bahwa Tuhan sedang berkarya. Bahkan, ketekunan ini bagian dari proses Tuhan, bagian dari rencana Tuhan, ketika buah ketekunan itu matang, sampai pada waktunya Tuhan, kita akan menuai hasilnya. Tuhan menginginkan kita menjadi sempurna, utuh/diberkati dalam jasmani dan rohani, dan menerima janji Tuhan bahwa kita tidak akan kekurangan suatu apa pun!

Kata motivasi : Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hati, tetap tekun dalam proses yang sedang kita alami, nantikan janji Tuhan tergenapi dalam hidup kita!

Penulis : Daniel Raharjo.

Keyakinan dan Ketaatan

Ayat emas : Yohanes 21:6 (TB) 
Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.

Keyakinan adalah apa yang kita percaya dan yakini. Ketaatan adalah melakukan dengan tepat, sesuai dengan perintah. Dalam kehidupan, terkadang keyakinan kita diuji dengan pergumulan, situasi sulit, permasalahan, dan di saat seperti itu ketaatan kepada Tuhan akan menjadi penentu!

Sekalipun situasi tidak baik, jalan seakan tertutup, hati terasa lelah, jangan pernah kehilangan keyakinan bahwa Tuhan sanggup menolong kita. Tetaplah yakin dan percaya, dan dengan tanpa ragu taat kepada firman Tuhan, sekalipun mungkin firman-Nya terdengar begitu tidak masuk akal, tetap jalankan tanpa ragu!

Tuhan punya cara tersendiri dalam menuntun umat-Nya. Tuhan tidak pernah keliru dalam rencana-Nya. Waktu-Nya tidak pernah terlalu cepat, atau juga terlambat. Waktunya akan tiba, ketika keyakinan kita tidak menjadi lemah, dan dengan tetap taat kita berjalan dalam firman-Nya, maka kita akan melihat pertolongan Tuhan nyata sempurna!

Kata motivasi : Tetaplah yakin Tuhan itu baik, dengan demikian ketaatan kita tidak perlu dipertanyakan lagi. Lakukan dan buktikan!

Penulis : Daniel Raharjo

Kekuatan dari Tuhan

Ayat emas : Filipi 4:13 (TB)  Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Kehidupan yang kita jalani tidak hanya berisi hal-hal yang mudah dan menyenangkan. Ada waktunya kesulitan, pergumulan, permasalahan Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita. Ada suka, ada duka, ada tawa, ada tangis, demikian terjadi silih berganti. Ya, seperti itulah kehidupan.

Tuhan tidak pernah menjanjikan jika kita memiliki Yesus, maka hidup kita akan menjadi mudah. Namun, Tuhan berjanji bahwa penyertaan-Nya yang akan terus ada mendampingi kita melewati segala kesukaran hidup. Penyertaan Tuhan inilah yang menjadi kekuatan kita, mengetahui bahwa kita tidak sendiri, ada Yesus bersama kita. Mengetahui bahwa pertolongannya mampu mengatasi segala hal, kuasa dan kesetiaan-Nya tidak berubah dari dahulu sampai selama-lamanya. Mengetahui itu semua, membuat kita kuat menghadapi segala keadaan.

Pengharapan kepada Tuhan akan membuat kita semakin kuat, tetap memiliki pengharapan, dan mampu menyelesaikan setiap pergumulan kehidupan yang Tuhan ijinkan terjadi untuk melatih kita menjadi pribadi yang semakin berkenan di hati-Nya.

Kata motivasi : Tetaplah kuat, karena Kristus ada menyertaimu!

Penulis : Daniel Raharjo

Berkat Umur Panjang.

Ayat emas : 1 Raja-raja 3:14 (TB)  Dan jika engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintah-Ku, sama seperti ayahmu Daud, maka Aku akan memperpanjang umurmu."

Ingatkah Anda dengan lagu "Panjang Umurnya"? Lagu yang selalu dinyanyikan di setiap acara ulang tahun. Lagu yang paling sering dinyanyikan, karena pasti setiap hari selalu ada yg berulang tahun, bahkan pasti banyak yang berulang tahun di tanggal dan bulan yang sama.

Bukankah dalam lagu tersebut terselip doa yang mengharapkan umur panjang kepada setiap orang yang berulang tahun? Umur panjang untuk dapat terus berkumpul dengan keluarga, semakin banyak berkarya, dan mampu menjadi berkat dampak positif kepada semakin banyak orang.

Di ayat yang baru saja kita baca, dituliskan bahwa salah satu rahasia umur panjang adalah "hidup seturut JALAN yang ditunjukkan Tuhan, dan mengikuti segala KETETAPAN dan PERINTAH Tuhan". Alkitab adalah kumpulan dari Jalan, Ketetapan, dan Perintah yang Tuhan tunjukkan kepada umat-Nya. Gemarlah membaca Firman Tuhan, merenungkan, dan melakukan apa yang Tuhan kehendaki dalam Firman-Nya, maka berkat umur panjang dianugerahkan pada kita.

Kata motivasi : "Hidup seturut Firman Tuhan, sumber hikmat dan umur panjang!"

Penulis : Daniel Raharjo

Teguran dan Hidup Sejahtera

Ayat emas :
"Siapa mengindahkan teguran akan hidup sejahtera, siapa enggan mengakui kesalahan berada dalam bahaya" - Amsal 10 : 17 (ver. Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Guru mendidik muridnya agar memahami sebuah ajaran. Orang tua mendidik anaknya untuk menjadi mandiri dan dewasa. Pelatih mendidik atletnya untuk menjadi berkualitas dalam skillnya. Tuhan mendidik umat-Nya untuk menjadikan umatnya sejahtera!

Didikan dan teguran mengambil peranan penting ketika kita memutuskan untuk mau bertumbuh dan menjadi dewasa. Didikan akan membawa kita memahami hal-hal yang saat ini mungkin belum kita pahami, dan teguran akan mengingatkan kita ketika kita berjalan pada jalur yang keliru. Untuk menerima didikan dan teguran diperlukan hati yang taat dan rela untuk dibentuk. Secara manusiawi terkadang memang menjadi menyesakkan ketika seseorang menegur kita, tetapi teguran yang dilandaskan oleh kebenaran akan membawa kita tetap pada jalurnya Tuhan. Siapkah kita menerima teguran Allah?

Kata motivasi : "Allah mendidik dan menegur kita, karena Ia mengasihi kita!"

Penulis : Daniel Raharjo

Tetap Kerjakan Keselamatanmu!

Ayat emas : Filipi 2:12 (VMD)  [Jadilah Umat yang Dikehendaki Allah] Teman-teman yang terkasih, kamu selalu taat. Karena itu, tetaplah pelihara keselamatanmu dengan takut dan hormat kepada Allah. Jangan lakukan itu hanya bila aku ada bersama kamu, melainkan terutama sekarang ini sewaktu aku tidak bersama kamu. Dan lakukanlah itu dengan hormat dan takut akan Allah.

Setiap anak-anak Tuhan memiliki tanggung jawab yang sifatnya sangat pribadi dalam hal memelihara keselamatan yang telah diberikan oleh Kristus melalui pengorbanannya di kayu salib. Tanggung jawab ini tidak bergantung kepada seberapa setia orang tua kita, seberapa saleh teman kita, seberapa besar iman orang-orang di sekitar kita. Tanggung jawab mengenai keselamatan ini betul-betul harus diperjuangkan oleh masing-masing pribadi!

Kesetiaan, kesalehan, dan kesungguhan iman kita betul-betul harus senantiasa kita jaga dan pelihara. Tetap terpelihara supaya terus bertumbuh semakin berkembang dan makin berbuah! Jangan gantungkan pertumbuhan iman kita kepada orang lain, karena manusia bisa berubah menjadi tidak seperti yang kita harapkan. Selama mengerjakan keselamatan, senantiasa memandang Tuhan Yesus! Karena hanya Tuhan saja yang tidak pernah berubah, kasih dan setia-Nya!

Keselamatan memang diberikan secara cuma-cuma oleh Tuhan. Akan tetapi, untuk memeliharanya dan memastikan bahwa keselamatan kita tetap terjaga, maka kita harus terus berjuang, mengerjakan keselamatan, apapun yang terjadi!

Kata mutiara : Jangan berhenti mengerjakan keselamatanmu. Raih mahkota kemenangan kita, ketika tiba waktunya kelak!

Penulis : Daniel Raharjo.

2.23.2017

Menabung, Berinvestasi, dan Berasuransi.

Dari ketiga hal di atas, manakah yang sudah Anda miliki? Apakah cukup memilih salah satu dari ketiga hal di atas? Atau harus memiliki ketiga-tiganya? Atau bahkan tidak perlu melakukan ketiga hal tersebut?

Bagi sebagian orang ada yang berpikir, tidak perlu repot-repot mengelola keuangan mereka. Semua pemasukan dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan dan memuaskan keinginan. Jika nanti ada keperluan darurat yang harus dipenuhi, maka langsung diambil dari uang yang ada. Jika tidak ada cukup uang lagi, "kan masih bisa pinjam orang lain", begitu pikir mereka.

Sebagian lagi memutuskan untuk menyisihkan sebagian uang mereka untuk ditabung. Sebuah pengendalian diri yang baik. Mulai memutuskan untuk menyusun daftar kebutuhan dan mengeliminasi keinginan yang berpotensi menguras kantong. Dengan demikian, masih ada sebagian uang yang dapat ditabung. Akan tetapi, permasalahannya inflasi kita lebih besar dari bunga yang ditawarkan oleh tabungan di bank. Hal ini berarti, seiring berjalannya waktu, nilai uang kita yang kita simpan di bank tidak mampu mengejar besarnya kenaikan harga-harga barang. Jadi, menabung saja tidak cukup!

Beberapa orang yang mengetahui perihal inflasi ini, memutuskan untuk mengelola keuangan mereka dengan menyisihkan sebagian pendapatan mereka untuk menabung dan berinvestasi. Menabung di bank untuk tujuan kebutuhan dana-dana darurat, bukan untuk mengharapkan bunga bank lagi, karena bunga bank lebih kecil dari inflasi. Sementara, berinvestasi untuk tujuan impian-impian jangka panjang, seperti pendidikan anak, membeli rumah, ataupun rencana pensiun. Hal ini sudah lebih baik dibanding dengan tidak melakukan apapun, atau yang memilih menabung saja. Akan tetapi, dengan menabung dan berinvestasi saja juga tidak cukup! Selain inflasi, masih ada satu faktor lagi, yang berpotensi mengancam kondiri finansial kita, yaitu RESIKO KEHIDUPAN.

Resiko hidup adalah sesuatu hal yang tidak kita inginkan terjadi di dalam hidup kita, namun ketika hal itu terjadi kita tidak berkuasa untuk menolaknya. Misalnya, sakit dan harus mengalami rawat inap, kondisi sakit kritis yang berpotensi menguras tabungan dan investasi kita, kecelakaan yang menyebabkan cacat tetap sehingga harus berhenti bekerja, dll. Untuk menghadapi resiko kehidupan tidak cukup hanya dengan asuransi dan investasi, perlu satu instrumen tambahan lagi yang disebut asuransi. Dengan memiliki asuransi, ketika resiko kehidupan terjadi, tabungan dan investasi kita akan tetap terjaga, karena instrumen asuransi yang bekerja.

Sehingga, dapat kita simpulkan, dari ketiga hal di atas, tabungan, investasi, dan asuransi, memiliki fungsinya masing-masing. Tabungan sebagai persiapan dana darurat jika hal-hal mendesak terjadi. Investasi sebagai penakluk inflasi, persiapan untuk mewujudkan impian-impian jangka panjang. Asuransi sebagai penopang ketika resiko kehidupan terjadi. Mana yang lebih penting? Jawaban terbaik adalah ketiganya penting. Pribadi yang bijak dalam mengelola keuangan akan berjuang untuk memiliki ketiga-tiganya, sehingga mampu mempersiapkan hari depan yang lebih baik bagi keluarga yang dicintainya.
Semoga bermanfaat!

Sukses selalu,
Daniel Raharjo, S. Kom.
Unit Manager
Magnificent Agency
PT Prudential Life Assurance

Phone 085643744757
 WA 081246518081

*Gunakan tombol share/bagi*
*Budayakan share tulisan dengan etika*
*Jika ingin copy/paste wajib menuliskan nama penulis*
*Pencurian karya intelektual adalah tindakan melawan hukum*

2.21.2017

“Kalau besar ingin jadi apa, Nak?”

Pertanyaan di atas sering kita dengar dari orangtua yg bertanya pada anaknya, atau bahkan sering kita ajukan kepada anak kita sendiri. Kalau sudah besar, cita-citanya ingin jadi apa, nak? Anak-anakpun dengan spontan akan menjawab, “Dokter!”, “Pilot!”, “Arsitek!”, “Tentara!”, dst. Pemandangan yg sering kita lihat, anak-anak akan memberikan jawabannya dengan cepat, spontan, antusias, dan yakin.
Nah, sekarang, satu pertanyaan diajukan untuk para orangtua yang bertanya tentang cita-cita anak-anaknya tadi. “Jika, anak-anak kita sangat bersemangat tentang impiannya, apakah kita sudah mempersiapkan dana yang dibutuhkan untuk mereka menjalani pendidikan demi meraih cita-citanya?” Mari kita renungkan sejenak, apakah dana pendidikan yg jumlahnya tidak sedikit itu, sudah mulai kita persiapkan sedari sedini mungkin? Salah satu yang memiliki manfaat sangat bagus dalam mempersiapkan dana pendidikan anak adalah melalui instrumen asuransi dana pendidikan.
Mengapa kita harus mulai menyisihkan dana untuk mempersiapkan asuransi dana pendidikan?

1. Karena kita ingin memberi yang terbaik bagi anak-anak kita, dengan menyediakan pendidikan yang terbaik untuk mereka. Sehingga, anak-anak kita berkesempatan memperoleh kualitas kehidupan yang terbaik di masa depan.

2. Karena adanya inflasi dana pendidikan. Jika hari-hari ini biaya yang dibutuhkan untuk sekolah kedokteran anggap saja mencapai 400-500 juta, maka 10 tahun yang akan datang, sangat mungkin biaya pendidikan kedokteran mencapai angka 1 milyar rupiah! Angka yang fantastis!

3. Karena lebih ringan memulai menabung sedini mungkin, sehingga kita memiliki jangka waktu yang lebih panjang sebelum anak kita mencapai usia kuliah. Akan lebih ringan menabung dari anak usia 5 tahun, karena masih memiliki waktu kurang lebih 12 tahun sebelum mencapai usia kuliah. Dibandingkan dengan baru mulai menabung ketika anak menginjak usia 13 tahun, hanya tersisa waktu 4 tahun sebelum mereka kuliah.

4. Karena adanya resiko yang setiap hari ada mengancam para penafkah keluarga. Resiko-resiko seperti sakit, sakit kritis, cacat tetap, bahkan resiko meningga dunia. Dengan asuransi dana pendidikan, maka apabila terjadi resiko-resiko tadi, dana pendidikan yang sdh direncanakan tetap diberikan kepada keluarga, tanpa keluarga harus melanjutkan pembayaran premi asuransinya.

Beberapa hal di atas semoga mampu membuka pemikiran kita untuk mulai mempersiapkan dana pendidikan putra-putri kita sedini mungkin. Sehingga anak-anak kita mendapatkan yang terbaik untuk pendidikan dan kehidupan mereka kelak!

Salam Literasi Asuransi!
Best regards,
Daniel Raharjo, S.Kom.
Unit Manager
Prudential Life Assurance

*Gunakan tombol share/bagi*
*Budayakan share tulisan dengan etika*
*Jika ingin copy/paste wajib menuliskan nama penulis*
*Pencurian karya intelektual adalah tindakan melawan hukum*

Masih Muda, Mikir Pensiun?

Hasil riset dari LIMRA (Life Insurance and Marketing Research Association) menunjukkan hasil yg mencengangkan! Dikatakan bahwa, hanya 5% dari 100 org, artinya hanya 5 org yg sewaktu disurvey masih berusia 25 tahun, setelah 40 thn kemudian, ketika berusia 65 thn (riset diadakan selama 40 thn!) dinyatakan memiliki keadaan yg baik utk pensiun.

Apa yg terjadi pada 95 orang lainnya. Berikut adalah statistik hasil surveynya :
49 org hidup di panti jompo.
29 org sdh meninggal dunia.
12 org punya bisnis, tapi bangkrut.
5 org masih hrs bekerja keras.

Dari hasil survey ini, ada dua kemungkinan yg bisa terjadi pada org-org yg gagal menjalani pensiun yg diharapkan. Kemungkinan pertama, org-org ini TIDAK memiliki perencanaan keuangan di usia muda. Mereka beranggapan bahwa hidup ini mengalir seperti air, tanpa menyadari inflasi yg terus meningkat berbanding terbalik dgn kekuatan bekerja yg semakin menurun. Kemungkinan yg kedua, mereka PUNYA perencanaan keuangan, tetapi GAGAL mengakomodasi kebutuhan yg sebenarnya diperlukan.

Oleh karena itu, perencanaan keungan itu PENTING! Bahkan selagi muda, sangat perlu untuk mempersiapkan keuangan kita dengan baik! Dengan harapan, sewaktu memasuki usia pensiun kita dapat memasuki fase keuangan mandiri, siap secara finansial.

OJK sendiri menyarankan utk setiap warga negara memiliki Dana Pensiun. Baik DPPK (Dana Pensiun Pemberi Kerja) yaitu yg dipersiapkan perusahaan tempat kita bekerja. Ataupun DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) yg diupayakan secara mendiri oleh kita melalui jasa keuangan yg tersedia di masyarakat. Salah satunya, yg memiliki manfaat sangat baik dlm mempersiapkan Dana Pensiun adalah jasa keuangan Asuransi Dana Pensiun.

Kenapa Asuransi Dana Pensiun?

1. Karena setiap orang PASTI ingin memiliki masa pensiun yg berkualitas! Tidak lagi bekerja keras utk hidup, tetapi tinggal menikmati hasil kerja keras sewaktu produktif dan hasil dari perencanaan keuangan.

2. Karena tidak semua perusahaan tempat kita bekerja mempersiapkan dana pensiun dengan baik. Terutama para profesional dan wiraswasta, sebagai profesional dan pengusaha, tidak ada perusahaan yg menjamin dana pensiunnya. Oleh karena itu para pengusaha/wiraswasta harus mempersiapkan dana pensiunnya secara mandiri.

3. Karena inflasi yg semakin meningkat dari tahun ke tahun. Jika, kita tidak mengantisipasi dari sekarang, maka kita akan terkaget-kaget melihat nilai uang kita di masa depan yg semakin kecil dimakan oleh inflasi.

4. Karena adanya resiko yang setiap hari ada mengancam para penafkah keluarga. Resiko-resiko seperti sakit, sakit kritis, cacat tetap, bahkan resiko meningga dunia. Dengan asuransi dana pensiun, maka apabila terjadi resiko-resiko tadi, dana pensiun yang sdh direncanakan tetap diberikan kepada keluarga, tanpa keluarga harus melanjutkan pembayaran premi asuransinya.

Beberapa hal di atas semoga mampu membuka pemikiran kita untuk mulai mempersiapkan dana pensiun kita sedini mungkin. Masih muda namun sudah memikirkan mengenai dana pensiun adalah cara berpikir orang yg cerdas finansial. Mari kita mulai merencanakan keuangan kita dengan baik, untuk masa depan yg berkualitas, memiliki pensiun yg mandiri dan sejahtera!

Salam Literasi Asuransi!
Best regards,
Daniel Raharjo, S.Kom.
Unit Manager
Prudential Life Assurance

*Gunakan tombol share/bagi*
*Budayakan share tulisan dengan etika*
*Jika ingin copy/paste wajib menuliskan nama penulis*
*Pencurian karya intelektual adalah tindakan melawan hukum*

Siklus Hidup dan Resiko Hidup

Setiap manusia memiliki siklus hidup yang sama. Kelahiran, pembelajaran, pekerjaan, keluarga, perjuangan untuk menjadi mapan, pensiun, lalu meninggal dunia. Dari urutan fase di atas, dapat diringkas menjadi 3 tahapan yang pasti terjadi dalam kehidupan, yaitu kelahiran, perubahan, dan kematian. Setiap orang pasti dilahirkan ke dalam dunia ini, mengalami perubahan, dan diakhiri dengan kematian. 

Pada fase perubahan inilah, kehidupan yang sebenarnya. Bertumbuh dari bayi, balita, kanak-kanak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia. Perubahan bisa berbicara tentang pertumbuhan, perpindahan, perjuangan, dan pencapaian. Namun, selain itu, juga berbicara tentang pengalaman pahit, kegagalan, kecelakaan, sakit, bahkan hingga hal-hal yang berujung pada kematian. Perubahan semacam inilah yang disebut dengan RESIKO KEHIDUPAN.

Kehidupan itu ibarat sebuah perjalanan. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di depan sana. Setiap kita memiliki harapan-harapan yang baik untuk waktu-waktu yang akan datang. Namun, jika kita tidak bijak dalam mempersiapkan perjalanan kita, resiko kehidupan bisa menghancurkan mimpi-mimpi kita. Impian memiliki rumah, rencana memberi pendidikan yang terbaik untuk anak-anak, cita-cita untuk memiliki pensiun yang sejahtera, semuanya bisa hancur berantakan jika kita tidak siap dalam menghadapi si penantang yang bernama "resiko kehidupan".

Saat ini pilihan di tangan kita. Apakah kita akan mengambil pilihan untuk maju menghadapi resiko hidup dengan tangan kosong, tanpa persiapan, tanpa strategi dan perencanaan. Atau kita akan menghadapinya dengan persiapan yang matang, strategi yang jelas, dan dengan perlengkapan yang sesuai untuk setiap kemungkinan resiko yang terjadi?

Untuk hidup yang maksimal, saya sarankan untuk melanjutkan perjalanan hidup dengan penuh persiapan dan perencanaan. Ibarat kapal yang menyiapkan sekoci penyelamatan, demikian hidup kita perlu menyiapkan rencana penyelamatan.

Semoga bermanfaat!

Untuk konsultasi mengenai program perlindungan kesehatan, perencanaan pendidikan, perlindungan pendapatan, perencanaan pensiun, hingga dana warisan, silahkan menghubungi kami. Kami siap membantu mempersiapkan yang terbaik bagi Anda dan keluarga. 

Sukses selalu,
Daniel Raharjo, S. Kom.
Unit Manager
Magnificent Agency
PT Prudential Life Assurance

Phone 085643744757
WA 081246518081

*Gunakan tombol share/bagi*
*Budayakan share tulisan dengan etika*
*Jika ingin copy/paste wajib menuliskan nama penulis*
*Pencurian karya intelektual adalah tindakan melawan hukum*

2.18.2017

Membawa Bahagia

Ayat emas : Filipi 2:4 (TB) 
"dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga."

Sambil membaca tulisan ini, cobalah mengingat orang-orang yang ada di sekeliling kita. Orang tua, saudara, tetangga, guru, atasan, teman-teman, dll. Ternyata cukup banyak orang-orang yang ada di sekitar dan berinteraksi setiap hari dengan kita.

Pertanyaan bagi kita? Apakah keberadaan kita di tengah-tengah mereka selama ini sudah mampu "menjadi berkat" dan "membawa berkat"? Salah satu cara sederhana dlm membawa berkat Tuhan adalah dengan memperhatikan kepentingan orang lain di sekitar kita. Mendahului dalam memberi hormat, suka memberi daripada menerima, membantu mereka yang dalam penderitaan, dst.

Kebiasaan hidup memperhatikan kepentingan orang lain, menganggap orang lain lebih utama, akan membuat orang lain melihat ada kebaikan dan ketulusan di dalam kita. Kebaikan dan ketulusan yang terpancar dari pribadi Yesus yang ada di dalam hidup kita.

Kata motivasi : "Dengan menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain, kita sendiripun berbahagia!"

Penulis : Daniel Raharjo

2.17.2017

Kotbah : The Fear of The Lord (Takut akan Tuhan)

Tetaplah Setia

Ayat emas : Galatia 3:3 (TB)  Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?

Dalam sebuah perlombaan lari, bagaimana cara atlet memulai larinya adalah hal yang penting, yang harus diperhatikan dengan baik. Begitu aba-aba untuk lari diteriakkan, seluruh pikiran dan tenaga harus seirama untuk mendapatkan momentum yang tepat sehingga memiliki start yang baik. Namun, apa artinya memiliki start yang sempurna, jika tidak berjuang dengan baik sampai garis finish. Apa artinya memulai dengan sangat baik, jika diakhiri dengan buruk!

Sama halnya dalam hidup kita mengikut Tuhan. Ketika kita memutuskan untuk percaya dan mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat adalah sebuah awal yang sangat baik. Lalu kita bertumbuh dari kanak-kanak sampai menjadi dewasa dalam rohani, ikut terlibat dalam melayani Tuhan. Semua itu adalah hal yang sangat baik. Namun, akan menjadi tidak berarti jika awal yang indah tersebut tidak dijaga dengan kesetiaan hingga sampai akhirnya.

Memulai sesuatu dengan baik adalah keputusan yang tepat. Akan tetapi, berjuang sampai akhir dan menutup perlombaan dengan kemenangan, adalah pilihan yang terbaik! Awal yang baik, haruslah diakhiri dengan akhir yang sempurna!

Kata motivasi : Jangan sia-siakan keselamatanmu! Tetaplah berpegang pada Yesus, setialah sampai akhir, dan ukirlah kemenangan dalam perlombaan imanmu!

Penulis : Daniel Raharjo

Percaya dan Mengaku

Ayat emas : Roma 10:10 (TB)  Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Pada ayat yang baru saja kita baca, dituliskan mengenai 2 hal utama mengenai iman percaya kita kepada Tuhan Yesus, yaitu hati dan mulut.
Hati dan mulut berbicara mengenai integritas hidup, bahwa apa yang ada di dalam hati seharusnya selaras dengan apa yang kita ucapkan. Jangan sampai seperti kata-kata, "lain di bibir, lain di hati", yang memiliki makna kepalsuan/kebohongan.

Tentang keselamatan pun demikian. Hati adalah tentang percaya bahwa Kristuslah Tuhan, sehingga kita dibenarkan oleh Tuhan. Mulut atau ucapan adalah tentang keberanian untuk mengakui bahwa Yesus Kristus Juru Selamat, sehingga kita beroleh keselamatan.

Oleh karena itu, jika hati kita percaya kepada Tuhan, maka biarlah kita dengan gagah berani mengakui Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamat kita. Jangan malu, jangan gentar, jangan merasa kecil hati sebagai pengikut Kristus. Justru, kita harus bangga memiliki Kristus dalam hidup kita.

Saya ingat perkataan Polycarpus, salah seorang murid langsung dari Yohanes, yang juga seorang martir. Ketika Polycarpus diminta untuk menyangkal Kristus, dia dengan gagah berani menjawab, "Delapan puluh enam tahun aku telah melayani Dia; Ia tidak pernah berbuat salah kepadaku. Bagaimana mungkin aku mengkhianati Rajaku yang telah menyelamatkan aku?"

Kata motivasi : "Yesus dengan gagah berani membuktikan cinta-Nya kepada kita dengan mati di kayu salib. Sudah semestinya kita dengan gagah berani dan bangga mengakui bahwa Yesuslah Tuhan dan Juru Selamat kita!"

Penulis : Daniel Raharjo

Kotbah : Pure in Heart (Hati yang Murni)

Apakah yang Kau Cari?

Ayat emas : Yohanes 1:38 (TB) 
Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu cari?" Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?" 

Kalau kita memperhatikan Injil Yohanes pasal pertama, maka kita akan menemukan bahwa kalimat "Apakah yg kamu cari?" adalah kalimat yg pertama kali diucapkan Yesus dalam keseluruhan Injil Yohanes. 

Sama seperti Yohanes menganggap bahwa kalimat ini sangat penting, dengan menuliskan kalimat tersebut sebagai kata-kata Yesus yang pertama kali diucapkan-Nya di dalam Injil yang ditulis Yohanes ini, maka pertanyaan tersebut juga yang harus kita renungkan dalam hidup kita. 

Apakah yg kita cari dalam hidup? Dan jawaban yang paling tepat adalah, "Saya mencari Yesus!"

Kata motivasi :
"Bukan kekayaan, kepandaian, ataupun ketenaran, tetapi Yesuslah jawaban dlm hidup!"

Penulis : Daniel Raharjo