8.25.2017

Ujilah Pekerjaanmu Sendiri.

Ayat emas : Galatia 6:4 (TB)  Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.

Dalam perlombaan lari, seorang pelari bertanggung jawab atas dirinya masing-masing. Selama fase latihan, ia harus berjuang melawan dirinya sendiri, melawan kemalasan, melawan rasa bosan dalam berlatih. Ketika ia tiba di lintasan lari untuk berlomba, ia tetap harus bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Begitu aba-aba diteriakkan dan seluruh pelari mulai memacu kecepatan, di dalam benak seorang juara, ia harus fokus pada apa yang harus dilakukannya, bukan kepada apa yang orang lain lakukan.

Kesalahan fatal seorang pelari yang sedang berlomba adalah ketika ia mulai memikirkan apakah penonton menyukainya atau tidak, atau ketika ia memikirkan apakah pelari yang lain mulai mengejarnya, keadaan di luar mulai lebih menarik perhatian daripada menjaga konsistensi pribadi. Di saat pikirannya lepas dari fokus utama yaitu garis akhir, di saat benaknya lebih banyak memperhatikan orang lain dibandingkan dirinya sendiri, di saat ia lebih suka menguji pekerjaan orang lain dibanding bertanggung jawab pada pekerjaannya sendiri, di saat itulah menang dalam perlombaan bukan lagi menjadi tujuan hidupnya.

Manusia memiliki tabiat buruk, untuk lebih suka melihat sejauh mana pekerjaan orang lain sampai lupa dengan pekerjaannya sendiri. Lebih suka menilai pekerjaan orang lain daripada pekerjaannya sendiri. Lebih suka melakukan koreksi atas kesalahan orang lain, dibanding memperbaiki kesalahannya sendiri. Kebiasaan seperti ini akan menghambat kita untuk maju, karena kita lebih banyak menghabiskan waktu memperhatikan keadaan orang lain dan mencari-cari kelemahan mereka.

Mulailah untuk bertanggung jawab atas keadaan kita masing-masing. Mari senantiasa terus meningkatkan kualitas diri kita, bertanggung jawab atas pekerjaan kita, berhenti untuk mencari kesalahan orang lain dan mulai merenungkan apakah ada hal yang bisa kita perbaiki dalam diri kita masing-masing. Karena pada akhirnya nanti, pekerjaan kita akan diuji, apakah kita mampu mempertanggungjawabkan kualitas kita dengan baik?

Kata motivasi : Melihat ke dalam, perbaiki yang di dalam, selesaikan apa yang sudah dikerjakan, karena hidup ini harus dipertanggungjawabkan.

Penulis : Daniel Raharjo.

0 comments:

Post a Comment